Konfigurasi Mikrotik
Perkenalkan nama saya Ilham Andrarizky Ramadhan seorang pelajar SMK jurusan TJKT (Teknik Jaringan Komputer dan telekomunikasi). Disini saya akan menjelaskan seputar konfigurasi mikrotik dengan pendekatan 5W 1H. metode 5W 1H digunakan untuk menggali informasi secara lengkap. konsep ini terdiri dari 6 pertanyaan dasar yaitu what (apa), who (siapa), when (kapan), where (dimana), why (mengapa), how (bagaimana). Mungkin itu saja penjelasan singkat tentang 5W 1H mari kita ke inti materi.
What (apa)
- Apa fungsi dari NAT (Network Address Translation) dalam konfigurasi Mikrotik?
NAT (Network Address Translation) di Mikrotik digunakan untuk mengubah alamat IP, biasanya dari IP private ke IP public atau sebaliknya. Fungsinya adalah agar perangkat di jaringan lokal bisa mengakses internet dan melindungi jaringan internal dari akses luar.
When (kapan)
- Kapan Anda perlu mengaktifkan DHCP server pada Mikrotik?
DHCP server pada Mikrotik perlu diaktifkan saat ingin memberikan alamat IP secara otomatis kepada perangkat yang terhubung ke jaringan, baik melalui kabel (LAN) maupun nirkabel (WLAN). Hal ini dilakukan untuk mempermudah pengelolaan alamat IP, terutama pada jaringan dengan banyak perangkat, sehingga tidak perlu mengatur IP secara manual. DHCP server juga diperlukan ketika jaringan dirancang untuk mendukung koneksi dinamis.
Where (dimana)
- Di mana lokasi pengaturan IP address Mikrotik?
Pengaturan IP address pada Mikrotik dapat dilakukan melalui menu IP > Addresses di antarmuka Winbox. Pada menu ini, kita dapat menambahkan, mengedit, atau menghapus alamat IP yang akan diterapkan pada interface Mikrotik. Lokasi ini memungkinkan kita untuk menentukan IP address sesuai kebutuhan, baik untuk jaringan lokal (LAN), jaringan nirkabel (WLAN), maupun koneksi ke jaringan eksternal seperti WAN. Pastikan Anda memilih interface yang tepat saat mengatur IP address agar konfigurasi berfungsi sesuai dengan desain jaringan.
Why (kenapa)
- Mengapa perlu memberikan IP address pada interface Mikrotik?
Memberikan IP address pada interface Mikrotik sangat penting karena IP address berfungsi sebagai identitas jaringan untuk interface tersebut, memungkinkan komunikasi antar perangkat dalam jaringan. Tanpa IP address, interface tidak dapat terhubung atau berfungsi sebagai penghubung antara jaringan lokal (LAN) dan jaringan eksternal (WAN). Selain itu, IP address diperlukan untuk konfigurasi layanan seperti DHCP server, NAT, firewall, dan routing, sehingga Mikrotik dapat menjalankan fungsinya sebagai router atau gateway dengan benar. Hal ini memastikan perangkat dalam jaringan dapat saling terhubung dan mengakses internet dengan lancar.
Who (siapa)
- Siapa yang bertanggung jawab memastikan konfigurasi Mikrotik berjalan sesuai kebutuhan jaringan?
Orang yang bertanggung jawab memastikan konfigurasi Mikrotik berjalan sesuai kebutuhan jaringan adalah Network Administrator atau System Administrator. Tugas mereka mencakup merancang, mengimplementasikan, dan menguji konfigurasi Mikrotik agar sesuai dengan desain jaringan serta kebutuhan pengguna. Mereka juga harus memastikan bahwa setiap layanan, seperti DHCP, NAT, firewall, dan routing, berfungsi dengan benar untuk mendukung konektivitas jaringan. Selain itu, Network Administrator bertanggung jawab melakukan pemantauan rutin, menyelesaikan masalah yang mungkin muncul, dan memperbarui konfigurasi sesuai perkembangan atau perubahan kebutuhan jaringan.
How (Bagaimana)
- Bagaimana langkah-langkah praktikum yang telah Anda lakukan?
A. Alat dan bahan
- Laptop / Komputer untuk konfigurasi
- Smartphone
- Crimping tools
- Cable tester
- Kabel UTP
- Konektor RJ45
B. Kesehatan dan keselamatan kerja
- Berdoa sebelum memulai praktik
- Gunakan wearpack saat melakukan praktik
- Ikuti petunjuk dan instruksi guru pengawas
- Menjaga kebersihan tempat
- Gunakan komputer sesuai fungsinya
- Gunakan peralatan sesuai SOP (Standard Operating Procedure)
C. Langkah - langkah
- Mengkrimping
- Kupas pelindung kabel menggunakan kabel striper atau cutter
- Urutkan warna kabel sesuai setandar tipe kabel straight, kedua ujung harus sama urutannya yaitu
- Putih orange
- Orange
- Putih hijau
- Biru
- Putih biru
- Hijau
- Putih coklat
- Coklat
- Potong ujung kabel agar rata dan panjangnya sama
- Masukkan kabel ke konektor RJ45 dengan posisi klip konektor menghadap kebawah
- Pastikan susunan kabel benar dan gunakan krimping tool untuk menekan konektor RJ45
- Tekan hingga bunyi klik, memastikan pin RJ45 menekan kabel dengan baik
- Gunakan LAN tester untuk mengetahui kabel berfungsi atau tidak
- Konfigurasi mikrotik
Set Up router
- Hidupkan komputer
- Sambungkan komputer ke router menggunakan perantara kabel UTP straight
- Masukkan kabel tadi ke Ether 2
- sambungkan kabel internet ke ether 1
Konfigurasi Wlan dan Ether 2 (LAN)
- Login winbox menggunakan MAC address
- Pilih interfaces Aktifkan Wlan 1 (✓)
- Pilih Wireless 2x WLAN 1 Tab general Mode Station Ganti menjadi Ap bridge Ganti ssid (Nama_peserta@TKJ)
- Pilih adresess + ether 2 192.168.100.1/25, + Wlan 1 192.168.200.1/24
- pilih Ip klik Dhcp Client + Ether 1 Apply ok
- Dhcp Server -Setup
- Ether 2 Next Sampai ketemu Rentang ip (Give out) Ganti oktet terakhir 254=100
- Masih dhcp Server Setup interfaces Wlan 1 Next sampai ketemu give out seperti diatas Ganti oktet keempat menjadi 100
- Pilih Ip Firewal Tab Nat + Chain: scrnat
- Out interfaces: Ether 1
- Tab action: Masquerade Apply ok
Konfigurasi Blok Ping IP
Pilih Ip Firewal
Tab Filter Rule (+)
1. Chain:Input
Src.Addrees: 192.168.100.2-192.168.100.50
Dst.adres:192.168.100.1 (25)
Protocol: Icmp
Action:Drop
Apply ok
2. Chain: Forward
Src.addres: 192.168.100.51-192.168.100.100
Dst.adres:192.168.200.1-192.168.200.100 (24)
Protocol Icmp
Action Drop
Apply Ok
Ping Router 192.168.100.1
Ping wireless :Ping Ip Yang didapatkan Perangkat Wireless
Pengecekkan menggunakan command prompt (CMD)

Komentar
Posting Komentar